Muda Berencana, Tua Sejahtera. Yuk, Atur Uangmu!

Rabu, September 20, 2017



Di era media sosial seperti sekarang ini, people trying so hard to impress society. Yang dulunya beli baju per 3 bulan sekali, mendadak beli baju tiap minggu. Yakali pake baju yang sama mulu tiap nongkrong, apa kabar feed Instagram?

Kemarin-kemarin masih puas mengisi waktu weekend dengan mengunjungi tempat wisata lokal, lalu mendadak gatal ingin liburan singkat ke luar kota tiap abis gajian. Biar kelihatan keren. Biar orang lain tau kalo level kehidupan beranjak naik. Keuangan membaik, gaya hidup ikut naik, gak masalah kan?

Lalu apa kabar gadget yang digenggam? Kalo dulu pas baru belajar nyari uang, masih puas dengan gadget harga 1-3 jutaan, sekarang sih ogah. Yahh.. minimal genggam gadget yang harganya 5 juta dong. Belum lagi keinginan untuk punya rumah sendiri, masa sih jadi anak kost mulu? Hmm .. beli mobil baru sekalian ah biar gak kepanasan. Nyicil gak masalah lah. Masih muda ini.

Tapi nih, kalo misalnya karena satu dan lain hal, kemudian terpaksa kehilangan pekerjaan, gimana dong? Di saat cicilan sedang melangit. Saat gaya hidup sedang tinggi-tingginya, mendadak semua income yang biasanya mengalir lancar setiap awal bulan, berhenti total. Apa gak mendadak stress? Yakin bisa survive?




--

Middle Income Trap.

Banyak orang terjebak di sana, termasuk aku. Seiring waktu, keuangan terlihat naik & membaik. Tapi sebenarnya kalau digambarkan dalam sebuah roda, tingkat ekonomi kaum middle ini sekedar mutar di tempat, tidak bisa naik ke titik atas lalu berhenti. Uang habis dari cicilan ke cicilan. Bekerja memang untuk mencari uang, sekedar untuk makan dari hari ke hari. Kalau pun punya tabungan, paling sebatas dana darurat yang nominalnya tidak seberapa.

Aku juga terjebak di zona nyaman. Di fase yang mau beli apa-apa mudah. Gak perlu izin siapa-siapa. Gak perlu takut ngabisin gaji sebulan untuk suka-suka aku. Tapiiiii .. gimana kalau someday aku gak kerja lagi? Bisa aja kan dapat suami yang gak ngizinin istrinya kerja di luar dengan jadwal yang entah bisa dapat dinas pagi, bisa dinas malam. Bisa juga karena jutaan faktor lainnya. Well, akankah hidupku baik-baik aja kalau nggak kerja? Sementara 3 tahun terjun di dunia kerja, aku sama sekali gak nabung (kalau pun nabung, uangnya dipake lagi buat beli gadget huhuu). Aku juga sama sekali belum belajar berinvestasi. Belum belajar ngurusin asuransi.. Sebagai orang dewasa yang katanya sebentar lagi mau nikah, aku mendadak merasa failed.

TIDAAAK!!

--

Mencoba keluar dari jebakan gaya hidup si kelas menengah.

Aku gak bisa menutup mata sama fakta di lapangan, berapa banyak orang yang gaya hidupnya selangit, tapi tabungan masa depannya zonk. Orang-orang yang mampu beli mobil mewah, tapi besoknya bingung mau makan pakai lauk apa. Uangnya udah keburu habis buat bayar cicilan. Hm. Belum lagi kalau jatuh sakit. Apa kabar keluarga? Apakah semua anggota keluarga harus merasakan imbas gaya hidup yang salah? Yang ketika gaji naik, yang justru diupgrade adalah barang-barang tersier, bukan tabungan masa depan.

Kekuatan fisik pun sudah hukum alamnya akan menurun seiring pertambahan usia. Walau pun ketika masa mudanya masuk di tipe agresif dalam mencari uang, pas udah tua dan lemah, yakin masih mampu? Yakin gak mau leyeh-leyeh menikmati hidup aja pas tua nanti? Karir pun begitu. Gak ada jaminan yang sekarang karirnya melejit, bisa tetap berada di posisi stabil hingga hari tua.

Memang bukan hal yang mudah untuk tidak iri melihat gaya hidup orang lain yang melesat naik. Susah untuk meredam iri. Susah untuk menjaga hati agar tetap mempertahankan gaya hidup yang lama ketika pendapatan bertambah. Rasanya gregetan ketika harus tetap nongkrong di foodcourt saat income naik 3 kali lipat. Tapi yakinlah, kalau tidak melepaskan diri, sampai mati pun kita akan terus terjebak dalam gaya hidup yang salah. Yang tidak mampu lompat ke level aman karena gagal menahan diri untuk tidak menaikkan gaya hidup ketika pendapatan bertambah.

Jadi apa yang harus kita lakukan?


Hitung dulu deh tuh berapa pendapatan setiap bulannya, cicilan berapa, asuransi yang udah dibeli yang mana aja, termasuk juga data-data aset yang kita miliki. Jangan sampai punya rumah besar yang pekarangannya luas, tapi suratnya ternyata gak komplit. Kalau terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, memangnya rela harta benda itu tidak bisa diwariskan ke anak cucu?



Bagi sebagian besar masyarakat Indonesia, membicarakan kondisi keuangan lebih tabu dibanding sharing mengenai seks. Padahal terbuka secara financial pada orang terdekat punya banyak manfaat. Untuk pasangan suami istri misalnya, ketika kedua belah pihak mampu terbuka tentang income yang diperoleh setiap bulannya, bahkan sampai pada taraf mau membuka rekening bersama, keharmonisan rumah tangga bisa terjaga karena kemungkinan selingkuh akan sangat menciut. Ya jelas, wong aliran dana terlihat jelas di rekeningnya. Kalau ada yang mencurigakan, bisa cepat tercium. Hehe

Begitu pun dengan anak. Anak seringkali tinggal terima beres, tidak diberikan pemahaman tentang uang sejak kecil. Uang hanya menjadi urusan orang dewasa. Efeknya, saat anak sudah bisa mencari uang sendiri, dia hanya tau bahwa uang diperuntukkan untuk senang-senang. Untuk membeli apa yang dia mau. Gagal paham tentang investasi, gak ngerti apa itu asuransi. Kalap ngabisin uang tanpa skala prioritas.




Nggak neko-neko lah intinya ya. Kalau mampunya berinvestasi emas, ya gak usah memaksakan berinvestasi properti. Kalau pun mampu berinvestasi properti, jangan menghabiskan semua dana ke properti. Bisa dibagi-bagi ke jenis investasi lain yang mudah dicairkan.

Selain itu, yang tidak kalah penting adalah ASURANSI.

Hayo.. siapa yang udah beli asuransi kesehatan? Aku belum. Huhuu. Selama ini aku mikirnya ngapain beli asuransi? Asuransi itu kan dibutuhkan kalo kenapa-kenapa, kalo baik-baik aja ngapain beli buang-buang uang? Hm. Ini yang salah. Memang gak ada yang mau sakit, tapi juga gak bisa nolak kalo sewaktu-waktu jatuh sakit. Makanya asuransi kesehatan itu wajib.

--

Investasi Asuransi.

Di negara kita, ada banyak jenis asuransi yang ditawarkan. Namun, kita harus pandai-pandai memilih asuransi yang paling cocok, baik dari segi harga, maupun feedback yang diperoleh. Salah satu perusahaan asuransi terbaik yang dimiliki Indonesia adalah Sinarmas MSIG Life.


PT Asuransi Jiwa Sinarmas MSIG didirikan pada tanggal 14 April 1985. Pertama kali dikenal sebagai PT Asuransi Jiwa Purnamala Internasional Indonesia (PII), lalu berubah nama menjadi PT Asuransi Jiwa Eka Life. Seiring waktu, nama perusahaan berganti lagi menjadi PT Asuransi Jiwa Sinarmas pada 2007.
Sinarmas MSIG Life adalah anak perusahaan PT Sinar Mas Multiartha Tbk. Satu dari enam pilar bisnis Sinar Mas yang menyediakan layanan finansial yang terpadu dan menyeluruh, meliputi perbankan, asuransi, pembiayaan, pasar modal, manajemen aset, jasa administrasi saham, keamanan, perdagangan serta industri dan teknologi informasi.
Disebut sebagai salah satu perusahaan asuransi terbaik karena perkembangan Sinarmas MSIG Life didukung oleh kondisi keuangan yang sangat baik, inovasi produk dan layanan nasabah serta kepemilikan jaringan bisnis yang luas. Hingga 30 Juni 2014, Sinarmas MSIG Life telah melayani lebih dari 790.000 nasabah individu dan kelompok di 69 kota. Tersebar di 113 kantor pemasaran dan 10.500 aparat marketing.
Berikut produk-produk yang dimiliki oleh SinarmasMSIG Life :





Dengan banyaknya produk yang ditawarkan oleh Sinarmas MSIG Life, kamu bisa memilih jenis asuransi kesehatan yang sesuai dengan budget yang dimiliki & menerima fasilitas-fasilitas proteksi kesehatan yang ciamik.

Untuk lebih dekat dengan Sinarmas MSIG Life :

Facebook : Siarmas MSIG Life
Twitter : @sinarmasMSIG
Instagram : sinarmasmsiglife
Website : https://www.sinarmasmsiglife.co.id/

--




Jadi yuk, atur uangmu! Kalau besok lusa pemasukan nambah, bukan tas yang harus diupgrade duluan. Melainkan asuransi kesehatan, tabungan darurat di bank, juga tabungan pendidikan. Kalo misalnya nih ketika nanti kamu punya anak yang masih SD, tapi kamu udah mampu nyiapin uang untuk kuliahnya nanti, baru deh boleh hura-hura. Kalo belum, artinya hemat-hemat dulu. Jangan buru-buru naikin gaya hidup. Manfaatkan lapang sebelum sempit. Manfaatkan masa muda dengan nahan gaya hidup yang sesuai pendapatan, untuk masa tua yang sejahtera.




You Might Also Like

6 komentar

  1. keren..jangan lupa di akherat masuk surga..hehe
    sinar mas ngembangin usahanya banyak ternyata termasuk investasi ya
    smartfren jg produk sinar mas

    BalasHapus
  2. Cara berfikir yang harus ada pada setiap pemuda . .

    BalasHapus
  3. Harus mulai dari sekarang nih meskipun masih kuliah! *nyemangatin diri sendiri*

    BalasHapus
  4. Kalau aku paling gak tahan sama diskonan buku. Tapi kalau gak di rem, gak bisa nabung terus, karena pengeluaran pokok banyak banget.

    BalasHapus
  5. enak banget sih pembukaannya bikin scrol ampe abis. Bikin meresapi setiap tulisanmu sampai jadi pemikiran

    BalasHapus
  6. keren banget pembukanya. pemilihan kalimatnya bikin merinding, ini jujur ga lebay. Tapi sayangnya endorse kak :( ah sedikit ktchea hehe. tapi gak nutupin kerennya gaya menulis kak inokari.

    BalasHapus

Makasih udah baca, tinggalin jejak dong biar bisa dikunjungin balik ^^

Fanspage Intan

Update via Email



Blogger Bengkulu

KEB

Warung Blogger

Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan