Mencintai Ragam Keindahan Alam Indonesia Yang Bikin Bangga

Pantai Laguna, Kaur, Bengkulu (dokpri)

Jika seandainya suatu hari nanti, ketika perkara uang sudah bukan menjadi sesuatu yang kamu perjuangkan, kehidupan seperti apa yang ingin kamu jalani?

Kalau aku.. 

Baca buku sepuas-puasnya. 

Baca buku sering banget bikin aku lupa waktu, rasanya lebih nyaman dibanding leyeh-leyeh sembari scrolling media sosial. Media sosial bikin senang, tapi buku lah yang mampu memberi rasa tenang. Inginku, di suatu hari nanti di masa depan, aku bisa baca buku sepuas-puasnya, tanpa harus mengerem diri, “Wah harus ngantor nih 1 jam lagi!”

Kerjakan Soal Sulit Jadi Mudah Dengan Roboguru by Ruangguru


Zaman-zaman sebelum pandemi, di rumah orangtua suami sering banget ramai sama temen-temen sekolahnya adek yang belajar kelompok. Seru banget lihatnya, belajar bareng, ngerjain tugas bareng, kalo udah beres, biasanya makan bakso atau seblak dulu sebelum bubar. Aih, aku jadi teringat masa sekolah. Dulu aku & teman-teman juga sering belajar kelompok, apalagi pas ada tugas atau PR yang susahnya bikin pusing. Biasanya nih setelah diskusi alot & menggabungkan seluruh kemampuan atau kalau perlu nanya sana sini sama kakaknya temen, orangtuanya temen (ngerjain PR zaman dulu tuh suka heboh karena belum ada internet hehe) ya PRnya selesai juga. Walau perjuangannya kadang nggak sebentar. 

Kalau sekarang gimana ya? 

Pandemi covid 19 ini belum ada tanda-tanda mau selesai, sehingga kegiatan pembelajaran jarak jauh masih jadi pilihan utama, demi kesehatan terjaga. Belajar tanpa bertatap muka dengan guru, kalo ada soal atau tugas sekolah harus ngerjain sendiri, tanpa bisa tanya guru atau teman. Huhu berat sih!

Belajar Asyik Bersama Ruangbelajar by Ruangguru

Beberapa hari lalu aku iseng-iseng bongkar dokumen zaman sekolah, sekalian beberes isi lemari. Emang dasar anaknya suka bernostalgia, aku ternyata masih nyimpen surat tugas ikut lomba debat antar sekolah, berkas persyaratan pelatihan kepemimpinan buat anak-anak OSIS, juga surat kelulusan SMA. Dulu rasanya biasa aja, emang kayak gitu kan kehidupan anak SMA. Cuma kalo dibandingkan sama kondisi sekarang, duh, masa-masa sebelum pandemi berasa banget mewahnya. Anak-anak yang baru masuk sekolah tahun lalu saat pandemi udah melanda, jangan-jangan belum pernah merasakan serunya makan siang di kantin sekolah bareng teman-teman segenk. Huhu. 😢

Tapi mau gimana lagi, namanya juga hidup, pasti ada-ada aja tantangannya. Ingat kan sama teori Charles Darwin yang bilang, kalo yang mampu bertahan hidup tuh bukan yang paling kuat & paling pintar, tapi yang paling responsif terhadap perubahan. Kalo kita mau bertahan, ya adaptasi, bukan malah percaya konspirasi. 

Pakai Masker Tapi Pakai Lipstick? Bisa Banget!



Hai, gimana kabar kamu akhir-akhir ini?

Semoga tetap sehat-sehat lahir batin ya di tengah kondisi yang menantang banget buat kita semua. Tahun lalu mungkin covid-19 masih terasa jauh, hanya ada di berita yang kita saksikan di layar gawai atau kita dengar di radio. Tapi kini terasa dekat sekali. Kabar duka bisa jadi datang dari teman, rekan kerja, mantan dosen, keluarga atau bahkan dari keluarga inti di rumah.

Sejujurnya, aku pernah ada di fase-fase sedih sampai gak pengen ngapa-ngapain. Terlalu banyak kabar duka, terlalu banyak berita yang bikin khawatir. Hidup di bumi dengan semua ketidakpastiannya semakin menjadi-jadi di masa pandemi. Untungnya rasa sedih yang overdosis itu bisa perlahan aku atasi. Sedih sih sedih, khawatir sih boleh, hanya saja secukupnya. Ini hal-hal yang aku lakukan untuk memperbaiki suasana hati & bisa beraktivitas kembali. Sehat jiwa raga Insya Allah.

Lomba Blog Finantier For Better Future Berhadiah Jutaan Rupiah


Pict source : Pixabay


Kapan pertama kali kamu memiliki rekening bank? 

Kalau aku, saat kuliah. Waktu itu aku tinggal terpisah kota dari orangtua. Tidak jauh memang, hanya butuh waktu 1 jam saja untuk saling berkunjung. Namun, demi efisiensi, aku membuka rekening di salah satu bank BUMN yang membuka cabang di kampus. Prosesnya cepat & mudah. Dan setelah punya akun rekening bank sendiri, ternyata banyak sekali manfaatnya. Selain menerima transferan uang dari orangtua, aku juga bisa menabung, membayar belanjaan di e-commerce, mengenal investasi & lain-lain. Setelah dewasa & bekerja, aku pun jadi tahu ternyata hubungan dengan bank itu lebih panjang lagi, kita bisa melakukan pinjaman untuk kebutuhan dana besar seperti rumah & membuka usaha.  

Aku kira semua orang yang sudah punya KTP otomatis bakal punya rekening bank. 

Ternyata aku salah. 

5 Keunggulan Belajar Bahasa Asing di Lantern House Bengkulu

 


Belajar skill baru, nggak akan pernah ada ruginya. Apalagi belajar bahasa asing. 

Coba deh bayangkan, ketika kamu bisa baca buku dalam banyak bahasa tanpa harus bolak balik buka google translate. Wah, pasti enjoy banget, bisa dapat banyak insight seru dari penulis-penulis di berbagai negara.

Atau buat kamu yang suka drakoran, enak kali ya bisa nonton drakor kesayangan kamu, tanpa harus membagi fokus, antara adegan seru yang lagi tayang sama subtitlenya. Duh, ketampanan oppa-oppa di drama pasti bisa dinikmati dengan lebih leluasa. 😍

Review Lip Cream Shinjumi Glow Matte Pink Azalea, Lipstik Imut dengan Harga Under 100K


Salah satu skill yang pengen aku kuasai dengan baik, tapi ngerasa kesulitan buat belajar di bidang itu adalah dandan. Sampai sekarang gak bisa gambar alis coy. Apa ada yang senasib?

Aku udah pernah nyoba belajar dandan, cuma emang belum nemu titik enjoynya. Untungnya aku kerja di radio yang menggaungkan “theatre of mind”. Jadi ya, ke kantor hanya bermodalkan bedak, maskara & lipstik. Done. 😊 Kalo pas ada acara live di youtube atau acara yang disiarkan nasional, biasanya minta dandanin sama temen. Takjub sih, tangannya teman aku terlatih banget sret sret sret, bisa bikin mata aku kelihatan lebih besar, hidung lebih mancung, pipi lebih tirus. Keren amat! Mungkin someday, aku bakal belajar lagi makeupan dengan happy, sekarang harus puas diri dengan dandanan minimalis saja. 

Toko Online yang Menyediakan Coklat Lokal

Pict source : Pixabay


Apabila akan membeli barang ada berbagai pertimbangan yang bisa kamu gunakan. Mulai dari memperhatikan merek yang berkualitas, harga yang sesuai dengan kantong, memilih jenis yang tepat, kondisi produk, dan juga tempat membelinya. Untuk mendapatkan produk yang tepat, kamu bisa membeli di toko yang menyediakan produk yang menawarkan variasi beragam. Seperti ketika akan membeli bahan kue, maka pastikan untuk membelinya di toko menawarkan bahan lengkap.

Ngabuburit Asyik Bersama TRAC To Go


Alhamdulillah, tahun ini masih diberi kesempatan bertemu dengan bulan suci Ramadhan. Bulan penuh berkah, bulan dikabulkannya doa, bulan ketika pahala & amalan dilipatgandakan. 

Banyak hal yang aku rindu dari bulan mulia ini. Suasananya yang damai, sholat tarawih bersama di masjid, nikmatnya santapan kuliner khas Ramadhan, hingga serunya kegiatan saat ngabuburit. Buka puasa itu kalau ditungguin banget, berasa lama. Cuma kalau sambil melakukan kegiatan yang seru, nggak begitu kerasa kok, tau-tau udah waktunya buka puasa aja. Nah, ini beberapa kegiatan ngabuburit yang biasa aku lakukan. 

1. Menulis


Aku menjadikan menulis ini sebagai sarana melepas kepenatan. Dalam ilmu Psikologi pun ternyata dikatakan bahwa katarsis diperlukan dalam menghilangkan stress, salah satunya ya dengan menulis.

Bukti Kualitas Produk Elizabeth Tak Mampu Digoyah Produk KW

Siapa bilang produk lokal kalah dengan produk dari luar negeri? Buktinya ada banyak sekali produk yang meniru brand Elizabeth, salah satu produsen tas asli Indonesia yang telah banyak dikenal di dunia fashion.

Namun, Elizabeth tetap mampu bertahan dan berhasil keluar dari serangan produk “KW” tersebut. Nah, apa yang menyebabkan brand lokal ini mampu bertahan? Simak langkah jitu salah satu tas branded asli Indonesia ini.

Pict source : Pixabay

1. Memiliki Brand Awareness yang Sangat Kuat

Hingga hari ini Elizabeth ternyata sudah memiliki pengalaman yang cukup panjang. Sejak 1963 produk tas asli Indonesia ini berdiri dan selalu bisa mengikut kebutuhan para konsumen.

Arti Nama Blog Inokari

 


Inokari

Intan kecik suko lari-lari. (Read: Intan kecil suka lari-lari).

Pernah diledekin begitu woy masa. Haha. Sebenernya perihal arti nama Inokari itu udah pernah aku tulis di postingan tahun 2018 lalu Kenapa Memilih Nama Blog yang Digunakan Sekarang. Cuma nih, buat teman-teman baru *halo hai hai, barangkali masih belum ngeh, kenapa sih aku milihnya nama Inokari, bukan Intan aja, atau pakai nama lengkap sekalian, Intan Novriza Kamala Sari. Alasannya karena ..

Secretary Kim, Sisi Bahagia Seorang Sandwich Generation

 


Kehilangan ibu saat masih kecil.

Pernah mengalami penculikan traumatis.

Punya keluarga yang kondisi keuangannya tidak baik, ayah terlilit hutang, kedua kakak terancam gak bisa melanjutkan kuliah, karena nggak mampu bayar.

Memutuskan langsung bekerja selepas SMA. Kerja keras kayak sapi perah. Pernah ada di momen yang waktu tidurnya hanya 2-3 jam sehari, lembur jadi makanan sehari-hari, pusing ngadepin bos yang perfeksionis. Nangis-nangis pengen resign aja, tapi langsung tobat ketika ingat ada hutang keluarga yang harus dilunasi, ada uang kuliah kakak-kakak yang harus dibayar.

STRESS GAK SIH?

 

Everyday Heroes : Menyeimbangkan Peran, Resilient Terhadap Tantangan

 


Salah satu bahan diskusi yang aku dan calon suami bicarakan sebelum menikah setahun lalu adalah .. 

“Apakah aku masih boleh bekerja jika nanti sudah menikah?”

Ini amat penting buatku. Karena aku belum pernah punya keinginan untuk berhenti bekerja. Aku senang bekerja. Apalagi 6 tahunan ini, pekerjaan & passionku berjalan beriringan. Selain untuk mencari uang, aku juga bekerja untuk mencari senang. Kalau ternyata jawabannya tidak boleh, aku perlu alasan yang amat sangat masuk akal & memang bisa aku terima, kenapa aku nggak boleh bekerja?

Tapi Alhamdulillah jawabannya ternyata boleh. Jadi diskusi pun bisa lanjut ke bagian-bagian lain tentang kehidupan berumah tangga. Seperti bagaimana pengelolaan keuangan nantinya, apakah akan menyatukan income atau seperti apa, kebiasaan hidup sehari-hari, dan lainnya. Kenal bertahun-tahun, lalu pacaran 2 tahun, bukan berarti bahasan yang begini bisa diskip begitu saja. Walaupun nyatanya pas menjalani, agak beda sama ekspektasi, seenggaknya kan udah pernah dijadiin bahan diskusi, tinggal dicari lagi titik tengahnya biar gak sama-sama emosi.

Untuk sebuah perjalanan yang semoga akan sangat panjang sampai menua bersama selama-lamanya, we can’t take it for granted. Butuh perjuangan. Nggak boong, kadang ada masa-masa di mana aku bener-bener jungkir balik struggling menjalankan peran sebagai perempuan bekerja & sebagai seorang istri di rumah. Aku nggak mau kerja setengah-setengah, kalo lagi di rumah pun aku gak mau nyari excuse untuk menghindari kewajiban-kewajiban aku. Memang sih, bukan hanya perempuan yang punya multi peran, laki-laki pun sama. Namun stigma dari society yang terlampau sering ngasih aturan begitu begini, sering melabeli jika ranahnya perempuan itu di urusan domestik saja. Kadang bikin pusing, tapi ya udahlah, let’s do our best & berbahagia tanpa harus jadi sosok sempurna. 

Menikmati 3 Produk Makanan Enak dari Aca Kumala

 


Bagiku, kesan pertama selalu istimewa.

Begitu pun ketika kali pertama mencicipi makanan. Lihat packagingnya, mencium aromanya, mencicipi aneka rasanya, lalu menentukan apakah makanan itu akan dipilih untuk dinikmati kembali di lain waktu atau tidak.

Akhir tahun lalu, aku berkesempatan nyobain basreng ikan dari Aca Kumala. Meski makanan ini katanya asli dari Bandung, tapi versi Bengkulu juga udah ada loh. Memanfaatkan bahan baku ikan yang di Bengkulu memang melimpah ruah. Sebelumnya aku udah pernah sih makan basreng, tapi ya biasa aja, gak keinget-inget lagi atau terlalu excited pengen makan dan makan lagi. Tapi beda sama basreng dari Aca Kumala, gurihnya, pedasnya, rasa ikannya yang pas, berpadu kriuk di mulut. Yummy!

Suami sampai bilang,

“Yang, order lagi dong!”

Review Scarlett Whitening Day & Night Acne Cream, Bantu Atasi Jerawat


Tiap kali brand Scarlett mengeluarkan produk baru, pasti hypenya luar biasa. Gimana nggak, Scarlett tuh konsisten banget menghadirkan produk-produk terjangkau dengan harga 75 K saja per item. Terus, produknya tuh bagus-bagus. Sejauh ini aku puas banget sama bodycare & facecarenya Scarlett. Setelah nyobain serum, kali ini aku excited banget mau nyobain whitening facial wash, juga day & night acne cream dari Scarlett.

FYI nih, selama ini aku nggak menggunakan day/night cream, melainkan menggunakan moisturizer, yang bisa digunakan baik siang maupun malam.

Apa hayo perbedaan/persamaan mositurizer dengan day/night cream?

Sebenarnya sih sama-sama pelembab yang tugasnya bikin kulit tetap terhidrasi, punya tugas mulia mengunci kelembaban dari rangkaian skincare sebelumnya. Bedanya, moisturizer nggak punya label day/night. Jadi bisa digunakan pada 2 waktu, siang & malam. Ada beberapa perbedaan juga di kandungannya sih. Kalo day cream biasanya ada kandungan SPFnya untuk membantu memproteksi dari sinar matahari, tapi penggunaan sunscreen tetap wajib loh ya. Nah, kalau night cream itu komposisinya biasanya lebih dikhususkan untuk memperbaiki struktur kulit. Pada malam hari, kulit menjadi lebih responsif terhadap skincare & penggunaan skincare yang rutin tentu aja bisa membantu sel kulit beregenerasi secara maksimal. Jadi jangan males skincarean malem-malem yak. Ngantuk pasti, tapi demi kulit impian, semangat!

Review Serum Scarlett Whitening : Acne Serum & Brightly Ever After Serum

 


Setiap orang rasa-rasanya pernah berada di titik terberat dalam hidup. Buatku, salah satu momen itu terjadi 5 tahun lalu. Saat sidang skripsi masih terasa ngeblur karena ya ampun revisian mulu. Dosennya galak pula, tiap revisian langganan diomelin. *halo bapak. Perjuangan makin berat karena waktu itu aku baru banget lulus jadi pegawai tetap setelah setahun sebelumnya jadi anak honor. Harusnya terasa indah, tapi jadi B aja karena penempatannya di daerah kabupaten. Kalo mau bimbangan skripsi tuh, harus menempuh 5-6 jam perjalanan dulu. Sedap betul! Berat di ongkos, waktu, tenaga emosi. Jangan lupakan juga waktu itu kehidupan asmara juga sedang diombang-ambingkan badai. Semua lini kehidupan rasanya nggak ada yang beres, pengen restart, tapi tombolnya kan ga ada huhu.

Untungnya, aku punya support system yang oke, hingga masa-masa suram itu terlewati juga.

Kuliah akhirnya selesai walau harus 4,5 tahun, IPK masih di atas 3, masih bisalah buat menuhin syarat administrasi nyari kerja.

Income juga naik seiring waktu. Tamat kuliah, rasanya beneran udah jadi orang dewasa, cause i can pay my own bill. Hehe.

Kehidupan asmara ternyata bisa ada di titik baik-baik aja. Ketemu orang baru (eh, teman lama yang baru ketemu lagi), menjalin hubungan dengan drama-drama receh saja tanpa ada yang terlalu menyesakkan dada, lalu menikah.

2,5 tahun siaran di kabupaten pun, akhirnya punya kesempatan balik lagi ke provinsi. Alhamdulillah.

Everything’s good kecuali satu yang tersisa ..

Upaya Tetap Sehat & Produktif di Tengah Pandemi Covid-19


Pandemi covid-19 udah mau ulang tahun, apa kabar kesehatan fisik & mental? Semoga masih baik-baik saja.

Kalau di awal-awal pandemi masuk ke Indonesia maret tahun lalu, aku masih terlalu sibuk bertanya-tanya,

“Duh gimana nih, aku harus apa?”

“Kapan nih selesainya?”

“Gimana kalau seandainya begini begini begini?”

Sekarang sih udah moving ke mode realistis, update info covid-19 secukupnya, berusaha melanjutkan hidup dengan baik. Walau vaksin udah ada, tapi bukan berarti boleh longgar sama protokol kesehatan. Jangan sayang! Menurut hitungan matematisnya tuh, andai distribusi vaksin berjalan lancar, kita butuh waktu 3-4 tahun sampai seluruh penduduk Indonesia dapat jatah vaksin. Amboi. Jadi sabar-sabar. Gak usah ngarepin hidup normal seperti sebelum pandemi. Nggak. Nggak akan pernah sama lagi. Yang bisa kita lakukan ya menjalani hidup normal baru seperti saat ini. Memakai masker ketika beraktivitas di luar rumah, menjaga jarak minimal 1 meter dengan orang lain, mencuci tangan dengan sabun & air mengalir. Dan seabrek perubahan-perubahan lain yang turut menyertai pandemi yang belum tau endingnya ini.

Resolusi 2021 : Kejar Mimpi dengan Berani


Bulan Januari 2021 nyaris berakhir, tapi belum telat dong kalo mau nulisin resolusi berharga di tahun ini. Karena aku anaknya seneng banget sama resolusi, merasa jadi punya goals hidup yang mesti dicapai, bangun pagi jadi lebih semangat. Jadi tau harus melakukan apa, melangkahkan kaki lebih dekat sama mimpi-mimpi yang ditulis dalam resolusi. Lagipula, perjalanan hidup membuatku belajar & percaya, kalau punya keinginan harus berani dong. Mimpinya tuh ditulis, dideklarasikan, dikejar sampai dapat. Dulu zaman kuliah, aku pernah bikin di papan mimpi yang mejeng di dinding kamar kosan, kalo aku pengen jadi penyiar radio, di kantor tempat aku kerja sekarang, setahun kemudian beneran kejadian. Jalannya gak terduga, cepat, menyenangkan. Kayak momentumnya tuh pas banget.  Emang bener, kalo udah pengen, alam bawah sadar, segala tindak tanduk, segala doa yang dilangitkan, akan bersinergi untuk menuju ke sana, ke impian yang ingin kamu raih.

Review Scarlett Whitening Body Care: Body Scrub, Shower Scrub, Body Lotion

Banyak banget yang berubah karena pandemi. Aku yang biasanya ngecharge energy dengan main ke toko buku atau me time di salon, mendadak hanya bisa beredar antara kantor dan rumah. Itu pun karena bidang pekerjaan yang gak memungkinkan work from home. Andai punya pilihan, mungkin 9 bulan ini aku bener-bener hanya jadi manusia goa yang berdiam diri di rumah aja. Bosen mungkin pada awalnya, tapi makin ke sini makin ngerendahin ekspektasi. Walo vaksin udah mulai didistribusikan, tapi entah kapan dapat giliran ya kan? Jadi, menjaga diri sendiri dengan tidak kemana-mana selama tidak ada keperluan yang mendesak, wajib banget sih dilakukan. Kalo bukan kita yang menjaga diri sendiri, kamu ngarepin siapa yang mau jaga?

Selain nggak kemana-mana, aku juga nyari cara biar tetap waras selama pandemi ini. Nyari kegiatan yang bisa membangkitkan kesenangan diri. Ngedrakor lagi, baca novel lagi yang banyak, nulis buat healing, termasuk perawatan diri di rumah. Gak bisa ke salon dulu, diganti sama main salon-salonan di rumah aja. Creambath sendiri, main kutek-kutekan, juga luluran sendiri di rumah pake produk body care favorit aku.


Yup, kalo ngomongin produk body care kesayangan, setahunan ini aku seneng banget sama body care dari Scarlett Whitening. Berawal dari tergoda lihat packagingnya yang gemas, berlanjut nyobain & woooo satisfying! Aku udah repurchase sekian kali, tapi belum pernah ku review di blog ini. Soooo.. here we go.

2020 Rewind

 

Meski 2020 banyak banget dramanya, tapi tahun 2020 tetap jadi tahun spesial buatku. Tahun di mana akhirnya aku menikah, menempuh hidup baru, yang ternyata emang benaran baru. Hidup tidak lagi memikirkan mimpi diri sendiri, tapi berkolaborasi bersama suami & Insya Allah bersama anak-anak nanti. Aku ingin mengingat 2020 dalam memori yang baik. Here we go, 2020 rewind versi aku.

Januari 2020

Pertama kalinya aku ngambil cuti di awal tahun, seminggu full. Balik ke Lubuk Durian, nenangin hati, mau nyiapin printilan nikah. Deg degan parah sih. Aku nulis di buku catatan banyak banget sebagai sarana healing, apa-apa yang harus aku siapin, gimana budgetingnya, apa aja yang bikin aku khawatir dan gimana solusinya. Waktu berlalu cepet banget deh tuh di Januari. Cemas campur excited!

Februari 2020

Lamaran. Sederhana aja, karena pengen menghemat budget hehe. Niatnya simpen-simpen uang buat honeymoon ke Malang & Jogja, tapi ternyata apa daya, jangankan honeymoon, rencana resepsi pun berantakan karena pandemi. Nangis sih lihat ribuan undangan yang akhirnya dibuang. Padahal ngonsep sendiri tuh sama Kak Albeth, sampe puyeng, tapi akhirnya kebuang sia-sia. Menangis huhu! Andai bisa diulang, aku mau bikin acara lamaran yang proper, terus mau prewedding juga ahahaha.