Mencintai Ragam Keindahan Alam Indonesia Yang Bikin Bangga

Pantai Laguna, Kaur, Bengkulu (dokpri)

Jika seandainya suatu hari nanti, ketika perkara uang sudah bukan menjadi sesuatu yang kamu perjuangkan, kehidupan seperti apa yang ingin kamu jalani?

Kalau aku.. 

Baca buku sepuas-puasnya. 

Baca buku sering banget bikin aku lupa waktu, rasanya lebih nyaman dibanding leyeh-leyeh sembari scrolling media sosial. Media sosial bikin senang, tapi buku lah yang mampu memberi rasa tenang. Inginku, di suatu hari nanti di masa depan, aku bisa baca buku sepuas-puasnya, tanpa harus mengerem diri, “Wah harus ngantor nih 1 jam lagi!”


Menulis sebanyak-banyaknya.

Entah melalui pipa komunikasi seperti apa, aku senang sekali bisa berkarya. Apakah 10 atau 20 tahun lagi, blog ini masih ada? Atau kah tulisan-tulisan yang aku punya juga akan digubah menjadi video & podcast? Aku belum tau. Tapi rasa-rasanya, setelah sekian waktu dari sekarang, pipa-pipa komunikasi akan semakin banyak, dan aku ingin menjadi salah satu kontributor setia yang mengisi pipa itu agar isinya mengucur dengan baik ke tempat-tempat yang membutuhkannya. 

Travelling sesering-seringnya. 

Baca buku sembari ditemani sunrise di salah satu pantai tercantik di Indonesia, menulis jurnal di tengah danau paling luas kebanggaannya Indonesia, travelling sebebas-bebasnya, tanpa harus menghitung hari, “Wah, lusa cuti udah abis nih, packing packing packing, pulang pulang pulang!” Aku ingin datang, tanpa harus buru-buru pulang. 

Boleh ya aku sejenak membayangkan 10 hingga 20 tahun dari sekarang, ketika aku sudah mampu hidup dari deviden saham, bunga deposito atau return dari obligasi, aku bisa mengisi hari-hari dengan memeluk erat negeri ini. Menikmati setiap jengkal keindahannya, dari mulai gagahnya gunung, tenangnya danau, indahnya pantai, hingga pesonanya bawah laut Indonesia yang luar biasa. Indonesia punya semua definisi keindahan wisata alam yang memesona. 

Tapi kan sekarang masih pandemi, Ntan? Gimana caranya bisa travelling sesuka hati? 

Pantai Pengubaian, Kaur, Bengkulu (dokpri)

Dimulai aja dulu dari tempat wisata yang ada di dekat rumah, yang bisa disambangi ketika pagi-pagi sekali & masih sepi, misalnya. Oke, aku belum bisa merencanakan ingin menyambangi Pink Beachnya Pulau Komodo, belum bisa menikmati indahnya bebatuan granit raksasa di Pantai Tanjung Tinggi Belitung, juga belum bisa terkagum-kagum dengan indahnya pemandangan matahari terbenam di Pantai Nihiwatu, Sumba. Tapi aku bisa mulai dari Pantainya Bengkulu yang berjejer cantik, menawarkan debur ombak tenang hingga pemandangan kapal-kapal nelayan yang mampu membuat hati lupa akan resah. 

Pantai secantik ini di Bengkulu, kalau dijaga, tidak dikotori dengan sampah, rasa-rasanya juga layak disandingkan dengan Pink Beach, Pantai Tanjung Tinggi Belitung atau Pantai Nihiwatu Sumba. Kalau abis jajan es kelapa, batok kelapanya nggak dilempar begitu saja, tapi bisa dimasukkan ke tempat sampah. 

Pantai Laguna, Kaur, Bengkulu (dokpri)

Meskipun Sumatera Utara & Bengkulu, gak jauh-jauh amat, tapi pandemi melebarkan jarak itu. Aku ingin sekali menyambangi Danau Toba, danau kawah kebanggaannya Sumatera Utara sekaligus Indonesia. Danau yang luas sekali, bahkan dijuluki danau terluas di Asia Tenggara & danau kedua terbesar di dunia, di bawah Danau Victoria di Afrika. Gokil! 

Danau Dendam Tak Sudah - Bengkulu (dokpri)

Tapi sembari menunggu pandemi ini berlalu & mengumpulkan aset investasi yang bisa menghasilkan cuan sebagai modal travelling, aku bisa melipir dulu ke Danau Dendam Tak Sudah Bengkulu. Hanya 10 menit saja dari rumah, aku sudah bisa menikmati indahnya danau yang tenang, kicau burung, juga jagung bakar yang enak. Eit, kalo abis makan jagung bakar, jangan sampai sampahnya dibuang sembarangan, ada tempat sampah yang tersedia di sana-sini, masa sih tega mengotori danau kebanggaannya Bengkulu ini?

Danau Dendam Tak Sudah - Bengkulu (dokpri)

Tahun lalu sesaat sebelum pandemi, aku dan suami sudah berencana liburan ke Pegunungan Dieng Wonosobo. Dataran tinggi di sana sering banget di-mention sebagai kawasan pegunungan eksotis milik Indonesia. Pemandangan matahari terbitnya juara! Tapi apa daya, ternyata sampai tahun 2021 ini pun virus covid 19 belum mau pergi. 

Bukit Bintang - Curup, Bengkulu (dokpri)

Jadi ya sudah, mari melipir sedikit dari pusat Kota Bengkulu menuju Kabupaten Rejang Lebong, di sana ada Bukit Bintang yang syahdu. Dari ketinggian, sembari diterpa angin sepoi-sepoi, kita bisa menikmati indahnya pemandangan Kota Curup, Bengkulu. Lihat kanan kiri, hijaunya tumbuhan menyapa. Tapi tangannya jangan jahil metikin bunga atau dedaunan ya. Plis, kita bisa kok berwisata tanpa merusak alam.

Karena alam Indonesia sudah berbaik hati memberi kita segalanya. Airnya yang kita minum, tanahnya yang kita pijak, keindahannya yang kita nikmati. Lantas, apa yang bisa kita lakukan untuk membalasnya? Ya tentu dengan dijaga kebersihannya, dirawat keindahannya, dilindungi keberadaannya. Selamat menikmati keindahan wisata alam di sekitarmu, tapi jangan lupa tetap jaga prokesmu! 😉

1 comment

Makasih udah baca, tinggalin jejak dong biar bisa dikunjungin balik ^^