Yuk, Pergi ke Tempat Wisata di Korea Selatan yang Menarik dan Seru untuk Dikunjungi


Ekspansi kebudayaan yang dilakukan pemerintah Korea Selatan melalui musik, drama, fashion dan juga perawatan wajah dinilai berhasil, yang akhirnya menarik banyak wisatawan untuk berkunjung. Dan ternyata semua didukung dengan pemandangan alam yang luar biasa indah.

Selain itu, tempat wisata di Korea Selatan pun memiliki ragam yang banyak. Mulai dari wisata alam, kuliner, belanja dan juga wisata budaya. Karenanya, Traveloka memberikan beberapa rekomendasi untuk tempat wisata Korsel di Traveloka.com.


Myeongdong

source:travelweekly-asia.com

Niat ke Korea Selatan untuk berbelanja produk perawatan wajah dan kecantikan, maka kawasan ini adalah surganya. Di sepanjang jalan, kamu akan menemukan banyak toko kosmetik dengan harga promosi dan juga sampel gratis.

Jika kamu penggemar produk kecantikan asal Korea, kamu pasti akan kegirangan karena bisa dengan mudah menemukan semua brand kosmetik Korea, mulai dari Etude House, Innisfree, Laneige, hingga IOPE yang tentu harganya jauh lebih murah dibandingkan di dalam negeri.

Yang paling menuntungkan untuk wisatawan adalah, hampir semua toko di Myeongdong bebas pajak. Jadi, syaratnya adalah kamu cukup meperlihatkan paspor untuk dilakuakn pemotongan pajak secara otomatis.

Pulau Nami


source:flickr.com
Nami island adalah tempat tujuan wisata yang populer di Korea Selatan. Pulau ini sangat menarik karena bentuknya yang menyerupai bulan separuh. Berlokasi di Provinsi Gangwon. Tempat ini semakin populer karena dijadikan tempat syuting drama Korea Winter Sonata

Di pulau ini kamu juga bisa menemukan patung pemain Winter Sonata yang menjadi spot wajib berfoto ditempat ini, Datanglah pada saat musim gugur, karena pemandangannya akan menjadi lebih cantik dengan warna daun berubah menjadi kemerahan. Untuk mencapai pulau Nami, kamu bisa menggunakan kapal Fery dari Gapyeong Naru

Petite France


source:createtrip.net
Dari namanya kamu pasti sudah menebak jika ini adalah area wisata yang bernuansa Perancis. Tak salah memang, karena mulai dari bangunan hingga asitekturnya semua bernuansa Perancis. Tahukah kamu, jika Petit France merupakan taman yang didedikasikan untuk tokoh Little Prince.

Di sini juga ada hall khusus yang didedikasikan untuk Antoine de Saint-Exupery si penulis novel Le Petit Prince. Meski tempatnya tak begitu besar, dan bisa dieksplore dalam waktu singkat, namun di sini kamu bisa menemukan banyak spot untuk berfoto ria, dan berselfie. Karena keunikan dan keindahan tempat ini, Petite France sering dijadikan lokasi syuting film seperti Beethoven Virus, My Love From, Secret Garden, dan juga reality show Running Man.

Puncak Seongsan Ilchulbong


source:wikipedia.org
Tempat wisata di Korea Selatan ini juga tak kalah unik, karena kemunculannya yang tiba-tiba dari dalam laut. Hal ini terjadi akibat dari letusan gunung berapi lebih dari 100.000 tahun yang lalu. Tempatnya berada di timur Pulau Jejudo.

Di Puncak ini juga ada kawah besar yang berdiameter 600 m dan ketinggian 90 m, yang dibawahnya terdapat 99 batu karang tajam yang tampak seperti mahkota raksasa.


Di sini kamu bisa berkuda sambil melewati jembatan yang menghubungkan Puncak ini dengan Seongsan Village. Selama berkuda, kamu akan bisa melihat pemandangan yang luar biasa indah dengan tebing dan bukit yang dilapisi dengan rumput yang berwarna hijau. Waktu yang tepat mengunjungi tempat ini adalah saat musim semi, karena saat Matahari terbit dari kawah menerpa bunga canola terlihat begitu cantik dan memesona.

Cerita Lebaran 1438 H : Lihat, Dengar dan Rasakan

Dalam hidup, kita memang butuh banyak melihat, mendengar dan merasakan. Tujuannya agar lebih bisa bersyukur. Agar lebih bisa menghargai hari-hari yang barangkali sering kita keluhkan “kok hidupku begini doang?”. Pertanyaan “kok hidupku begini doang?”  sebenarnya menjadi tanda bahwa hidup kita stabil dan itu patut disyukuri.

Dulu, lebaran di rumah bersama ibu bapak adalah hal yang biasa. Biasa banget. Apanya yang wah? Emang udah begitu kan seharusnya lebaran? Pulang ke rumah, bantuin ibu masak kue, dibumbuin dengan pertengkaran-pertengkaran kecil karena anaknya ini malesan sedangkan si ibu pengennya kalo bisa dikerjain hari ini kenapa harus besok? Bantuin beberes rumah, walau gak ada perabotan baru seenggaknya rumah kinclong. Riweuh berhari-hari, padahal yang datang sih cuma tetangga kiri kanan, calon besan ibu malah belum kelihatan hilalnya. Haha


Lebaran mulai berubah bagiku sejak tahun 2014, waktu itu aku udah serius kerja di dunia broadcasting sebagai penyiar radio. Waktu libur amatlah random sejak itu buatku. Nggak ada lagi tuh happy melihat tanggal merah. Lah, emang kalo tanggal merah, siaran radio off? Tapi masih beruntung sih, tahun 2014 itu, aku bisa pulang pas malam takbiran. Setidaknya bisa sholat Id bareng ibu bapak. Lebaran ke-2 udah siaran lagi dong. Uye.

Tahun 2015, aku udah pindah tugas ke studio di kabupaten, terpisah jarak kurang lebih 240 km dari orangtua. Gak jauh-jauh amat, tapi udah lumayan ribet dan mahal kalo mau pulang kampung. Dulu sih, modal bensin seliter doang mah udah bisa nyampai rumah. Tapi belum pedih banget nih. Yang paling pedih itu justru kejadian tahun kemarin, lebaran di rantau, gak bisa pulang. Aku yang udah nguat-nguatin diri, pas hari lebaran akhirnya jebol juga pertahanan. Nangis-nangisan bareng ibu bapak via telepon. Pahit men. Lebaran pertama kali gak makan daging kecap buatan ibu.

Makanya, lebaran tahun 2017 alias 1438 H ini, bagiku sangat menyenangkan. Aku bisa pulang ke rumah. Aku bisa lebaran dengan seharusnya. Beberapa hari sebelum mudik, aku ikutan antri di salon buat perawatan. Standar, sekedar luluran, creambath sama facial, biar pas nyampe rumah, terlihat fresh. Jangan sampai kucel dan terlihat lelah, sungguh aku gak mau bikin ibu khawatir, bisa-bisa izin merantau dicabut oleh beliau.




Namanya juga tinggal di pojokan ya, salon yang lumayan rame cuma ada satu, itu pun antrinya udah uwow panjang sekali. Akhirnya, aku bagi-bagi waktu perawatannya. Lulurannnya hari A, creambathnya hari B, facialnya hari C. Dan FYI, creambathnya itu dapat slot mendekati tengah malam. Haha gelo emang. Mana milih yang mint pula. Kebayang gak gimana dinginnya kepala waktu creambath kemarin itu? Menggigil.

Untuk urusan beli baju lebaran, Alhamdulillah, sejak kerja, udah gak minta ibu lagi. Jadi ya sekarang itu tingkat kedewasaan dalam urusan megang uang sungguh diuji. Uang THR mau bablas dibeliin baju semua sih silahkan, tapi emang bisa abis lebaran  beli bensin pake daun? Hehe. Udah gak kayak zaman sekolah lagi sih beli bajunya yang “Ini buat lebaran pertama. Ini buat lebaran kedua.” *kemudian ngejejerin baju baru sampe buat lebaran ke tujuh.

Makin berumur makin ngerti juga kalo nyari duit itu susah. Jadi ya standar saja. Belinya dress buat sholat, mukena, sama wedges (karena kebetulan hak wedges yang baru dibeli beberapa bulan sebelumnya, patah. Huhu). Udah itu aja. Beres. Aku milih belanja online aja sejak seminggu sebelum lebaran. Beli langsung di Bintuhan? Gak bisa men. Kotanya cilik banget ini. Gak punya mall. Beli di Bengkulu? Beuh, Bengkulu padat banget mah kalo jelang lebaran. Gak yakin sanggup sempit-sempitan di 2 mall yang dimiliki Bengkulu. Terima kasih untuk online shop, berkat kamu, belanja baju lebaran ala aku bebas drama.



Lebaran tahun ini juga makin banyak yang manggil “aunty Intan”. Hehe. Temen-temen yang udah nikah duluan, anaknya makin gede nih sekarang, udah bisa nagih “THR dong aunty.” Jadi, PR sebelum mudik selanjutnya adalah nuker uang di bank. Yey. Tidak mepet banget sama lebaran lah nuker menukernya, takut nominal uang tertentu keburu abis. Aku nuker uang sekitar seminggu sebelum lebaran. Masih dapat yang pecahan dua ribu, lima ribu sama sepuluh ribuan. Nukernya juga di bank cabang, tidak pakai antri Alhamdulillah. *karena kebetulan tellernya temen SDku *karena kebetulan pas aku dateng, emang lagi sepi aja sih

Selain nyiapin THR, tugasku selanjutnya adalah jajan kue. Tahun ini aku beli beberapa kotak bipang asli Padang Guci. Cemilan gurih manis-manis asem ini, beberapa kotak aku kasih ke ibu, buat bantu ngisi meja tamu kami pas lebaran. Beberapa kotak lagi aku anterin ke rumah ibu bos kesayangan dan sebagian lagi untuk oom bos yang sekarang lagi bertugas jadi koordinator di tempatku tugas. Menyoal bipang ini, hmmm .. sebenarnya ada kisah sedihnya.



Yang ngikutin cerita-cerita di blog ini, mungkin tau kalo kemarin-kemarin aku deket sama anak ibu bos. Ngg, bukan deket aja deng. Katakanlah pacaran. Dan pacaran serius. Karena sudah bahas nikah-nikahan, juga udah diajakin ke rumah buat kenalan sama ibunya aku. After menutup hati lumayan lama, aku mau mulai lagi ngurusin soal perasaan, karena yaa … tujuannya serius. Goalnya adalah menikah. Waktu ngedeketin aku, dia bilang “aku nyari calon istri, bukan mau pacaran sebentar aja sama kamu, Intan.” Aku sudah membayangkan enaknya gak perlu drama-dramaan menghadapi mama mertua. Karena aku udah duluan akrab banget sama mamanya, baru kemudian kenal sama anaknya. Tapi ..

Tapi urusan jodoh emang misteri sih. Kalo memang tidak digariskan semesta untuk bersama, ada-ada aja jalan pisahnya ya kan? Nggak cukup sekedar punya perasaan yang sama. Nggak cukup sekedar asik pas lagi jalan bareng. Nggak cukup janji-janji yang ternyata tidak bisa ditepati. Intinya .. hubungan kami memburuk. Ketika aku pulang dan bisa mampir ke rumahnya dengan modus adalah nganterin bipang untuk mamanya, aku nggak ketemu sama dia. Sedih ya? Which is, aku sih pengennya apa pun itu dikomunikasikan dulu baik-baik. Biar plong. Siapa tau malah bisa dibenerin. Tapi ya gitu deh, marahannya anak tunggal dan anak bungsu benar-benar terbaik. *senyum kecut

Sedih? Iya lah. Lebaran udah ngebayangin ngajakin dia ke rumah lagi. Ngenalin ama bapak. Karena pas dia ke rumah pertama kali itu, belum ketemu sama bapak. Terus ntar gantian aku yang ke rumah dia. Kenalan sama keluarganya dalam lingkup yang lebih luas lagi. Tapi ngimpi deh, jangan kan yang begitu, sekedar telepon atau WA aja kosong sampe sekarang. Tragis banget gak sih ini? Agak bikin trauma gak sih? Hehe. Udah udah, intinya belum jodoh. *keep strong *keep smile *jangan smile yang kecut hehe




Pas lebaran, ada mantan gebetan dan mantan beneran yang main ke rumah (datengnya gak barengan kok). Pikiran aku kemana-mana. Ngebayangin kalo yang datang itu dia. Ngobrol banyak. Ketawa-tawa.  Ada perih yang lumayan bisa aku rasakan dari dalam sana, dari bagian hati yang pernah dia isi. Manusia doyan banget begini ya .. seringkali lebih fokus dengan apa yang udah hilang dibanding dengan apa yang ada di depan mata. Di sela-sela obrolan bareng orang-orang itu, aku dengan dudulnya masih sempat membatin “Kalo dia, dia pasti bakal begini. Senyumnya begini. Dia pasti bakal milih duduk di sofa yang itu”. Ckkk Intaaan!

Sungguhlah, putus cinta di usia mepet 24 tahun itu rasanya gak enak. Bukan cuma aku yang sedih, tapi keluarga juga. Pengennya kan anaknya ini bisa nikah dalam setahun dua tahun ini. Tapi apa daya, sampe sekarang masih sibuk jungkir balik di zona meninggalkan dan ditinggalkan nih. Huhuu

Lebaran tahun ini masih penuh dengan pertanyaan “Kapan nikah? Udah ada calonnya?” dan pertanyaan sejenis. Jangankan orang lain, aku sendiri kadang gemes dengan kisah yang aku punya. Tapi ya pertanyaan dan omongan orang tidak perlu ditelan mentah-mentah. Toh yang paling tau usaha dan cerita di baliknya ya cuma kita sendiri. Orang lain gak akan pernah benar-benar paham, wong mereka gak merasakan.

Lebaran tahun depan udah bareng suami belum ya?

Gak tau. Gak mau matok dan gak mau stress menyoal jodoh. Usaha & doa jalan terus, sambal mengurangi kadar kabaperan dan meningkatkan kadar rasionalisme. Nikah itu perjalanan seumur hidup. Aku gak mau cuma karena desakan orang-orang yang pernah ngasih makan aja nggak, akhirnya pasrah menikah sama siapa aja. Haha. Jangan lah. Atuh, didoain Intannya bisa menikah sama orang yang Intan sayang, dianya menyayangi Intan juga, gak akan kabur kalo udah tau sisi annoyingnya Intan dan bisa ngajakin jadi best version dari diri masing-masing.

Btw, kalo kamu gimana nih cerita lebaran tahun ini? Ditanyain apa? Kapan lulus kuliah? Kapan kerja kantoran? Kapan nikah? Kapan punya anak? Kapan nambah anak? Wkwkw. Santai ya shay. Kita gak bisa nutup mulut orang, tapi bisa nutup telinga kita atas pertanyaan-pertanyaan yang gak pengen kita dengar.

Jangan lupa bersyukur dan banyakin senyum! :)