Featured Slider

Cara Merawat Mobil Matic Agar Tidak Cepat Rusak



Jika 8 bulan lalu, aku masih kuat hati untuk tidak ikut-ikutan teman-teman kantor yang berbarengan membeli mobil, maka sekarang tidak sama sekali. Hatinya sudah nda kuat, beb. Bukan karena malu pakai motor. No no. Melainkan kejadian tempo hari di suatu pagi yang sunyi, bikin aku mantap berpikir kalo bagi seorang penyiar yang sering berangkat kantor before azan Subuh berkumandang & pulang after jarum jam berdentang 12 kali di malam hari, punya mobil di umur segini bukan perkara gengsi, melainkan kebutuhan.

Nyaris. Nyaris aja pagi itu aku menjadi korban tindak kejahatan. :(

Sedih ceritainnya tu. Bikin gemeteran. Setelah akrab 8 bulanan dengan jalanan pagi yang lengang, baru di pagi itu aku diikuti motor lain di kawasan Rawa Makmur, mepet mepet, pengen megang megang. Aduh ingin ku berkata kasar. Terpujilah waktu itu refleks berjalan dengan super baik, meski ketakutan setengah mati, aku bisa teriak sekencang-kencangnya, till pengendara motor iseng itu kabur. Untunglah yang kepegang hanya ujung tangan, kalo bagian tubuh yang lain, ku harus apa? Rasanya bakal trauma berkepanjangan. Gak nyangka bakal ada kejadian itu. Secara, Rawa Makmur itu bukan kawasan sepi. Tapi ya sudahah, mau sepi, mau rame, kalo otaknya udah otak penjahat mah, gak bisa ditahan juga pun.

3 Pilihan Me Time Asyik Ala Penyiar Radio dengan Faber Castell Colour to Life



Sedih akutu kalo ada yang nyeletuk,

“Kerjaan kamu enak banget, cuma ngomong doang, dengerin lagu-lagu enak, terus digaji.”

Yha. Seringnya kejulidan itu hanya ku balas dengan senyuman manis ear to ear, biar cepat kelar & gak melebar kemana-mana. Tapi kadang mengkel juga sih. Pas lagi capek-capeknya terus nerima komen “kerjaan kamu enak banget!”, dikasih bonus tatapan penuh iri dengki pun.

Andai dia tau…

Mengelola 3 Blog dengan Niche Berbeda, Serius Ntan?



Beberapa waktu lalu aku mendapatkan beberapa hadiah-hadiah berfaedah dari Blogger Bengkulu. Sebut saja ada domain gratis, consult blog gratis selama 3 bulan, pelatihan menulis buku secara online, hingga free voucher belajar TOEFL sebesar Rp 500.000,-. Bilang apa dek? Alhamdulillah.

5 Cara Menikmati Kemeriahan Festival Bumi Rafflesia 2018



Teman-teman pernah kepikiran tidak, kenapa pada zaman dahulu kala banyak penjajah yang betah berlama-lama menduduki Bengkulu? Sebut saja ada Inggris yang menjajah Bengkulu hingga 139 tahun lamanya. Ada pula Belanda yang berdiam di Bengkulu hingga 118 tahun. Mengenang fakta pahit ini bukan berarti aku ingin Bumi Rafflesia kembali diduduki negara penjajah loh. Enak saja! Hanya saja aku jadi berpikir lama, apa yang sebenarnya dimiliki Bengkulu hingga penjajah berbondong-bondong datang ke sini?

Tidak akan ada asap, jika tidak ada api. Tidak akan ada kerumunan semut, jika tidak sedang merubungi gula. Dan tidak akan ada tatapan penuh cinta itu, kecuali sedang melihat kamu di ujung sana. Eh gimana? xD