Featured Slider

Menunaikan Wishlist Bersama Festival Belanja Lazada 11.11



“Kita harus menentukan batas antara optimis & realistis. Bukan hanya doa & harapan yang senantiasa kencang disenandungkan, tapi skill harus diupgrade, otak harus diisi.”

Aku yang sedang mendengarkan salah satu acara olahraga di radio, spontan bengong, berasa ditampol ga sih? Emang sih pengamat olahraganya sedang mengkritisi salah satu cabang olahraga di tanah air yang kok ya dari zaman dahulu kala sampai sekarang, gak punya perkembangan signifikan? Tapi, aku yang di bulan November tahun ini genap berusia 25 tahun, berasa ikut tersindir. Telak. Kayak ditampol bolak balik.

25 tahun dikasih kesempatan hidup di bumi, udah ngapain aja?

25 tahun udah ngapain aja?


Skill udah diupgrade?

Otak udah diisi?

Hmm hmm hmmmmm *brb menyamar jadi Dek Nissa Sabyan

Template Blog, Salah Satu Moodbooster Jitu Agar Semangat Ngeblog


Assalamualaikum ..

Aku sering bilang ke teman-teman yang baru terjun ke dunia blogging agar memperlakukan blog selayaknya rumah. Diurusin, disayang-sayang, didandanin biar cakep & kita sebagai empu juga bisa nyaman tinggal di rumah sendiri. Bayangin kalo rumah dipenuhi dengan sarang laba-laba, emang masih betah tinggal di sana? Pasti bawaannya pengen kabur mulu deh. xD

Salah satu faktor kenyamanan ngeblog buatku adalah template blog. Tau template, beb? Kalau dari hasil kelas blogging yang aku ikuti hari minggu lalu bersama teman-teman Blogger Bengkulu, template itu adalah gabungan dari header, body, footer, serta sidebar.

Berkesempatan jadi moderator, thanks Bobe.

Sederhananya, template blog adalah tampilan keseluruhan blog kita. Untuk blogger pro, menggunakan template premium adalah suatu keharusan, karena pengguna bisa menggunakan fitur yang biasanya tersembunyi pada template gratisan, bisa memodifikasi footer & menghapus tulisan powered by yang biasanya ada di bagian paling bawah suatu template blog. *brb scroll sampe bawah banget.

Korelasi Antara Uang & Kebahagiaan Serta Banyaknya Pilihan




“Gimana kehidupan after marriage? Menyenangkan gak?”

Aku bertanya dengan nada riang ke seorang sahabat yang baru saja menikah & tengah hamil muda. Setahuku, menikah di usia pas 25 tahun adalah impiannya sejak dulu. Dan langsung hamil setelah itu adalah hal yang juga ia inginkan ; jadi mama muda, biar jarak usia sama anak-anak gak begitu berjauhan.

Namun ternyata jawaban yang aku dengar tak seperti dugaanku. Dia malah menjawab lesu, kalau sekarang kondisi keuangan keluarga kecilnya benar-benar pailit. Memang, sebelum menikah ia sudah menggadaikan gaji pokok untuk meminjam uang dengan jumlah besar untuk membeli mobil & biaya renovasi rumah. Namun waktu itu, dia tenang-tenang saja karena masih ada uang tunjungan & tambahan uang lauk pauk yang memang diberikan oleh kantor tempatnya bekerja. Namun siapa sangka, sang suami justru terlilit hutang karena nekat membuka bengkel, agar bisa menafkahi dia & si calon anak.

Teruntuk Kamu yang Tidak Diizinkan Jatuh Sakit



Jarum jam tepat menyentuh angka tiga. Pukul tiga petang. Aku panik, keringat dingin tanpa terasa mulai membasahi pelipis, kondisi perut yang melilit nampaknya juga tidak membaik. Aku berhitung dengan kalut. Sore itu, pesawat yang akan membawaku menghabiskan weekend di Palembang untuk mengikuti workshop akan terbang pukul setengah tujuh petang. Oke baik, aku masih punya waktu untuk bersiap.

Get well soon, tummy..

Get well soon, tummy..

Get well soon, tummy ..