Sosok

Tentang Mimpi-mimpi yang Menunggu Dilunasi | + Kenalan dengan Sosok Nyi Penengah Dewanti

Kamis, Mei 18, 2017




Every test in our life makes us bitter or better, every problem comes to break us or make us. The choice is ours whether we become victim or victor. – Anonymous


Berganti fase kehidupan, maka berganti pula lah tanggung jawab di pundak kita. Jika di umur belasan, goals yang kita kejar adalah nilai raport yang oke agar bisa masuk universitas impian, maka saat memasuki usia 20an mimpi berganti dengan keinginan untuk menyelesaikan pendidikan dengan IPK bagus dan segera mendapatkan pekerjaan yang menjamin kehidupan sekarang dan masa depan. Selesai? Belum. Menjelang usia 25 ++, lingkungan sosial seakan berkonspirasi menanyakan,

“Nunggu apa lagi?”

 “Jadi kapan nih undangannya?”

YHA.

The circle of life. Goals yang tidak berujung. Goals yang membuat kita suka atau tidak, hidup dalam garis kehidupan yang ‘seharusnya’. Entah ‘seharusnya’ seperti yang memang ada dalam kepala kita sendiri atau ‘seharusnya’ untuk memuaskan judgemental sosial. Terserahlah. Bebas saja. Asal tidak lupa bahagia. Asal setiap pilihan yang diambil dilakukan secara sadar. Jangan merasa stuck dengan keadaan. Nikmati, karena memang begitulah fasenya.

Omong-omong tentang menikmati hidup, aku mengenal seorang kawan blogger yang sangat menikmati hidup. Tak ada waktu yang disisihkan untuk mengeluh, Blogger Kendal yang juga berprofesi sebagai penulis buku ini berhasil membuktikan bahwa “You can’t rewrite your past, but you can grab a clean sheet of paper and write your future.” Persetan dengan masa lalu jika kita bisa memperjuangkan masa depan. Namanya adalah Nyi Penengah Dewanti.




Aku pertama kali mengenal Kak Nyi sekitar tahun 2012an akhir karena waktu itu dia mengadakan giveaway mini berhadiah buku di facebook – zaman itu aku masih semangat-semangatnya jadi kuis hunter. Namanya yang unik membuatnya sulit dilupakan. Tapi tunggu dulu, ternyata ada yang lebih spesial dibanding nama ..


We are not given a good life or a bad life. We are given life. And it’s up to you to make it good or bad. – Ward Foley


Siapa pun dia, pasti memilih lahir dan tumbuh di keluarga yang harmonis dan berkecukupan. Hidup dengan seharusnya dan baik-baik saja. Bisa memilih jurusan kuliah yang diinginkan, boleh jatuh cinta dengan berani, mampu menyelesaikan pendidikan dan mengejar karir dengan hati senang. Namun sayang, nggak semua orang beruntung menjalani takdir yang demikian.

Jalan hidup Kak Nyi berliku.

Dia kehilangan sosok bapak saat umurnya baru 11 tahun. Pernah menjadi TKW di Hongkong waktu umurnya belum genap 17 tahun. Berjibaku dengan dunia kerja yang pahitnya kadang lebih dominan ketimbang manisnya yang samar-samar. Melanjutkan pendidikan yang sempat tertunda dengan semangat yang dipupuk baik-baik. Hidup lifestyle blogger satu ini adalah perjuangan. Perjuangan yang sepertinya tidak mengkhianati karena sekarang hidup Kak Nyi berada pada titik ‘baik-baik saja’.

Setelah usai semua badai yang menghadang perjalanannya, Kak Nyi memiliki mimpi-mimpi yang tahun ini ingin segera dilunasi.



Menikah

Bagi perempuan yang sudah berusia 25++, menikah menjadi impian tersendiri. Tak salah rasanya, jika kemudian menginginkan sosok seseorang untuk dijadikan partner menyusuri masa depan. Ingin menjadi sebenar-benarnya perempuan dengan melahirkan generasi-generasi baru yang menggemaskan. Ingin punya kehidupan yang lebih baik dibanding saat masih sendirian.


Mengejar Pendidikan dan Karir

Menyelesaikan skripsi & bisa wisuda bareng temen-temen sekelas memang kebahagiaan yang luar biasa. Kak Nyi yang menempuh pendidikan di STIE Semarang ini ingin segera menyelesaikan pendidikan yang tengah ia jalani. Biar bisa makin fokus ngeblog dan ngerjain kerjaan di ranah nyata ya Kak.


Memiliki Rumah

Kak Nyi bilang, sudah bosan rasanya hidup sendirian di kost-kostan. Inginnya tinggal bareng keluarga, bisa makan masakan ibu atau sesederhana nonton India bareng. Memang iya sih, kalo di kost suka mati gaya apalagi kalo lagi mati lampu atau wifi kost mendadak off. Huaaa. Galau deh galau. Hidup sendirian emang gak enak. Sepi. Sunyi. Sendiri. :(


Menebar Manfaat dan Berkarya

Lama malang melintang di dunia kepenulisan dan blogging yang memang punya ruang tersendiri di diri Kak Nyi, membuatnya ingin terus menulis dan berkarya hingga tua nanti. Bukan hanya untuk kepuasan diri atau mengejar materi, tapi Kak Nyi juga ingin melalui tulisan-tulisannya ada orang lain yang termotivasi. Syukur-syukur bisa memberikan rezeki lebih untuk orang lain.


--


Mau kenalan sama Kak Nyi?

Nyi Penengah Dewanti
Blog : www.nyipenengah.com / www.bloggerkendal.com
Instagram : @nyipenengah

Twitter : @nyipenengah 

You Might Also Like

2 komentar

  1. waduh, masih muda udh jadi TKW, semangat kerjanya tinggi ya mbak...

    BalasHapus
  2. Salut dan sukses buat Nyi. Semangatnya keren ya Mbak :)

    BalasHapus

Makasih udah baca, tinggalin jejak dong biar bisa dikunjungin balik ^^

Fanspage Intan

Update via Email



Blogger Bengkulu

KEB

Warung Blogger

Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan