Sponsored

Bebaskan Diri dari Resiko Hidup yang Bisa Muncul Kapan Saja

Senin, Agustus 29, 2016



Menjalani hidup sebagai orang dewasa, kadang bikin aku bak dihadapkan pada dua sisi mata uang, dua sisi yang nggak pernah sama. Kadang semarak dan bikin happy, kadang bikin aku pengen nangis. Karena ya .. kerja di media nggak bisa bikin aku duduk manis di kantor dengan sistem 8 to 5, tapi kadang dari pagi sampe malem sampe pagi lagi. Kasihannya masa mudaku!

Sampe aku pernah bilang sama orang terdekatku saat ini,

“Kamu gak pengen aku resign aja gitu? Kasihan nanti kamunya bakal sering aku tinggal kerja.”
 
“Resign? Jangan lah! Sayang kemampuan kamu gak dipake. Lagian juga kalo kamu tetap kerja, ntar kan kamu bisa puas belanja-belanja. Uang kamu ya kamu pake aja suka-suka, kebutuhan kita biar aku yang penuhin.”

*lalu aku nyengir *lalu ngebatin, prinsip ekonomi cowok satu ini bikin aku pengen cepet-cepet dinikahin. Uang aku = uang aku. Uang dia = uang aku juga. Haha.
But someday, aku juga masih ngerasa insecure.

Melihat orang-orang yang sudah lebih dulu sukses, bikin aku mikir “Puncak dari perjalanan karir aku akan sampai di titik mana? Sebatas jadi karyawan biasa? Atau dititipi kepercayaan yang lebih dari itu?”

Berapa lama sih jadi penyiar? Bisa jadi 10 hingga 20 tahun, atau bahkan lebih. Tapi jadi penyiar tentu bukan tujuan akhir. Ada jabatan yang ingin diduduki, ada pencapaian yang ingin dipeluk erat, ada kemampuan-kemampuan yang harus terus diasah hingga kehadiran diri bukan sekedar menjadi pembeban keuangan negara, tapi justru bisa memberi sumbangsih dalam wujud senyata-nyatanya.

Tapi .. pada akhirnya, manusia hanyalah menjadi pihak yang bisa berencana sekaligus berusaha, tapi pada tahap finishingnya, ada tangan Tuhan yang bekerja dengan sistem yang begitu padu. Melejit, terpuruk, merangkak, tersuruk, silih berganti. Nggak ada kepastian yang bisa menjadi pegangan. Justru sebaliknya, setiap detik yang kita punya, dihadiahi dengan ketidakpastian.

Hari ini kaya raya, besok lusa bangkrut lalu jadi gembel, bisa aja terjadi.

Hari ini sehat segar bugar, besok lusa malah mengidap penyakit serius, bisa banget!

Itulah kenapa, saat kita sudah banting tulang mencari lembaran rupiah, jangan sampai lupa untuk menyayangi diri sendiri dengan melakukan tindakan-tindakan preventif, seperti misalnya memiliki asuransi jiwa. Kapan seharusnya kita mulai memiliki asuransi? Lebih cepat lebih baik. Seperti yang tadi aku bilang bahwa kita hidup dalam ketidakpastian, kita nggak pernah tau apa yang akan terjadi di masa depan. That’s why, kita perlu memiliki asuransi jiwa. Karena pada hakikatnya, asuransi adalah sarana pengendalian resiko yang setepat-tepatnya.

Dari sekian banyak penyedia asuransi jiwa, mana yang layak kita pilih? Tenang, kita bisa memilih Produk Asuransi Jiwa Terbaik di AIA Financial Indonesia. Banyak pilihan yang disediakan, beberapa diantaranya

 

-AIA Life Secure  : Proteksi Jiwa / Tabungan & Investasi 

-AIA Priority Link  : Life Protection / Saving & Investment

- AIA FAMILY FIRST PROTECTION : Life Protection

-AIA Infinite Link Assurance : Proteksi Jiwa / Tabungan & Investasi

-AIA Sakinah Assurance : Proteksi Jiwa / Tabungan & Investasi 





Yuk bebaskan diri dari resiko hidup yang tak terduga dengan Produk Asuransi Jiwa Terbaik di AIA Financial Indonesia. Kita semua berhak untuk masa depan yang lebih baik, lepas dari kekhawatiran dan ketidakpastian :)


You Might Also Like

1 komentar

  1. mencegah selalu lebih baik dari mengobati yah Mba Intan :)

    BalasHapus

Makasih udah baca, tinggalin jejak dong biar bisa dikunjungin balik ^^

Fanspage Intan

Update via Email



Blogger Bengkulu

KEB

Warung Blogger

Warung Blogger

Blogger Perempuan

Blogger Perempuan