Featured Slider

Menemukan Cahaya dalam "Reinkarnasi"

 

Pernah nggak sih, lagi asyik scrolling YouTube, terus ketemu sebuah karya yang bikin kamu berhenti sejenak? Bukan cuma karena nadanya, tapi karena ada "nyawa" yang terasa sangat kuat di dalamnya. Itulah yang aku rasakan saat pertama kali menyimak "Reinkarnasi", karya dari musisi muda, Bintang Putra Sugiatno.


Sebagai seorang milenial yang cukup selektif soal playlist, aku menghargai kejujuran dalam sebuah karya. "Reinkarnasi" bukan sekadar lagu, melainkan sebuah keberanian dari seorang remaja untuk mengangkat tema yang berat dengan aransemen yang megah.


"Berjanjilah di kehidupan selanjutnya kita akan bersama. Aku bersumpah, bulan, meski harus melintasi 1000 kehidupan, aku akan tetap mencarimu."

Ponsel Gaming Bombastis, ASUS ROG Phone 7 Series

 

“Enemy has been slain!”

Sejak menikah, aku jadi familiar dengan sound itu. Awalnya sebel, kayak “Ihh sayang, hobi tuh yang produktif dong, masa ngegame?”

Baca buku kek, belajar bahasa asing atau blogging, kan bisa dapat ‘sesuatu’, selain dapat perasaan senang. 

Tapi setelah berjalannya waktu, malu ih mau protes & ngatur-ngatur gitu. Soalnya suami aku supportif, gak pernah larang-larang aku baca buku (walo seringnya baca novel wkwk), sesekali beliin buku yang jadi wishlist aku, nyiapin lemari buat buku-buku koleksi aku. Jadi ya udah, seperti aku yang senang disupport hobinya, aku juga pengen support hobi gaming pak suami. Selagi gak sampe bikin lupa waktu, gak ganggu kerjaan dia di kantor, lanjut, dia bisa ngegame dengan nyaman tanpa backsound ngomel-ngomel dari aku. Hehe. 

Nutriflakes, Sereal Asam Lambung dengan Bahan Alami

“Hal yang paling menyenangkan di tengah masa sulit adalah kesehatan yang baik dan tidur yang cukup.” – Knute Nelson



Suatu hari di awal tahun 2022..


“Sayang, tolong bantu ambilin HP Intan dong, sekarang jam berapa sih?” 


Aku membangunkan suami, gak kuat bangun karena rasa nyeri luar biasa pada area dada bagian bawah & perut, yang aku rasakan. 


Ternyata pukul 2 dinihari. 

Jelajah Yogyakarta Bersama Teman Hidup Traveloka


Ketika menikah 2 tahun lalu, selain bikin budgeting keuangan untuk kehidupan sehari-hari & masa depan, aku & suami juga bikin travel bucket list. Daftarnya puuaanjang pwol haha. Tapi karena kami berdua sama-sama cungpret alias masih berada di kasta terendah di tempat kerja masing-masing, kami berdua cukup sadar diri untuk mencontreng daftar itu pelan-pelan. Ya realistis aja sih sama budget, setahun sekali bisa travelling ke luar Provinsi, juga tetap harus disyukuri.

Prinsip kami, jangan maksa! Baik itu maksain kondisi diri maupun ekonomi. Dulu, pas zaman-zaman covid lagi heboh banget, kami taat untuk tidak bepergian walo tiket pesawat lagi murah, walo kerja lagi sama-sama WFH. Tapi a big no buat kabur-kaburan, keselamatan & kesehatan tetap nomor satu. Kami juga gak maksa liburan kalo emang dananya belum cukup gaes. Lebih baik liburan setahun sekali tapi happy, daripada maksain pergi berkali-kali tapi tabungan lupa diisi.