Teruntuk Engkau, Imamku Esok Hari


Teruntuk engkau, imamku esok hari..

Aku ingin mendengar fasih dan lantang suaramu kala mengucapkan janji suci atas nama Allah di depan penghulu, pada suatu waktu, sebelum usiaku menapaki seperempat abad. Aku ingin mendengar janji tanpa keraguan, tanpa kegamangan, tanpa keterpaksaan dan tanpa kepalsuan. Janji yang akan menjadi suatu mula perjalanan hidup bersama. Hidup bersama dalam arti sebenarnya, bukan sekedar makan dan tidur bersama, melainkan mencicipi asam manis kehidupan di bawah atap yang sama. Saling bergandengan melewati perjalanan yang tak selalu bertabur bunga, namun juga dihiasi onak duri serta jalan yang berkelok, menerjal. Saling memberi kekuatan, kala hati terkadang lelah setengah mati dan kejenuhan perlahan menggerogoti diri.

http://www.google.com/imgres?sout=0&tbm=isch&tbnid=klc3WPcH-DurMM%3A&imgrefurl=http%3A%2F%2Fwww.desainkawanimut.com%2Fofficial%2Findex.php%2Fen%2Fcomponent%2Fcontent%2Ffrontpage%2Ffrontpage.html%3Fstart%3D5&docid=8neBm9nJUTz6GM&imgurl=http%3A%2F%2Fwww.desainkawanimut.com%2Fofficial%2Fimages%2Fkawanimut%252520syukur%252520pengantin%252520baru.jpg&w=470&h=353&ei=pRzTUqqoMsa-rgf0soDYCw&zoom=1&ved=0CNECEIQcME4&iact=rc&dur=3124&page=7&start=67&ndsp=12&biw=939&bih=432

Teruntuk engkau, imamku esok hari..

Aku yang telah kau ambil dari ayah ibuku, tentu bukanlah wanita sempurna, apalagi di awal pernikahan kita kelak. Jangan marah padaku, jika aku tanpa sengaja memasukkan terlalu banyak garam pada nasi goreng sarapanmu. Jangan berkata kasar padaku, jika kopi untukmu ternyata kurang gula, menyisakan rasa pahit di lidah. Dan jangan pula kau meninggalkan dentuman kasar pada pintu rumah kita, bila pada suatu ketika aku alpa membangunkanmu yang hendak berangkat kerja. Karena sayangku, hatiku teramat halus, tegakah kau menyayatnya dengan perlakuan yang tak lembut? Cukup beritahu aku dengan cara yang baik, dan aku akan belajar menjadi istri yang selalu engkau rindukan bila ragamu sedang tak berada di sisiku.

http://www.google.com/imgres?sout=0&tbm=isch&tbnid=T_EaEWU62bbobM%3A&imgrefurl=http%3A%2F%2Fkikidewee10.wordpress.com%2Fauthor%2Fkikidewee10%2F&docid=JR54MxNKvgPxZM&imgurl=http%3A%2F%2Fkikidewee10.files.wordpress.com%2F2010%2F08%2F40020_418886961267_301729376267_5346131_883619_n.jpg&w=640&h=490&ei=BB3TUsu2NIqJrAfj_YGYBQ&zoom=1&ved=0CHEQhBwwCQ&iact=rc&dur=1346&page=2&start=8&ndsp=12&biw=939&bih=432

Teruntuk engkau, imamku esok hari..

Selepas ijab dan qabul terucap dari bibirmu di depan penghulu kala itu, aku menyerahkan hidupku seutuhnya padamu. Engkau ku angkat menjadi imam, yang padamulah aku akan meletakkan kepatuhan setinggi-tingginya. Engkau satu-satunya jodoh yang akan aku jaga dengan segenap jiwa. Karena itu sayang, jangan pernah kau duakan aku, meski hanya dalam hatimu sekalipun. Ketika kita telah berbagi nafas di bawah atap yang sama, aku telah menyingkirkan rasa cinta, suka, kagum, pada makhluk Tuhan bernama lelaki, selain engkau. Seperti aku yang telah menjadikanmu the one and only, seperti itu pulalah yang aku harapkan darimu.

http://www.google.com/imgres?sout=0&tbm=isch&tbnid=1VIBVXW7H6C_HM%3A&imgrefurl=http%3A%2F%2Fgambar-kata.com%2Fgambar-kartun-muslim-dan-muslimah.html&docid=gJkR2xc-2ZNe7M&imgurl=http%3A%2F%2Fgambar-kata.com%2Fwp-content%2Fuploads%2F2013%2F10%2Fgambar-kartun-muslimah-muslim.jpg&w=512&h=451&ei=BB3TUsu2NIqJrAfj_YGYBQ&zoom=1&ved=0CPUBEIQcMDI&iact=rc&dur=1383&page=5&start=41&ndsp=12&biw=939&bih=432

Teruntuk engkau, imamku esok hari..

Akulah yang akan menjadi ibu bagi anak-anakmu kelak. Aku yang akan merawat mereka dengan sepenuh hati. Jangan cemburu bila kelak cintaku terbagi, perhatianku terbelah. Karena engkau dan anak-anak bagaikan kepingan puzzle yang berbeda. Tak kan utuh bila satu tak ada. Sayangku, kelak kau harus bantu aku menjadikan putra putri kita menjadi sosok tangguh. Sosok membanggakan yang kelak akan mempermudah jalan kita menuju surga-Nya. Jadilah ayah yang bisa menjadi teman sekaligus tuntunan bagi mereka. Penuhi kebutuhan mereka, bahkan sebelum mereka sempat meminta. 

http://www.google.com/imgres?sout=0&tbm=isch&tbnid=FtkwbEHs-s6clM%3A&imgrefurl=http%3A%2F%2Flynndamya.blogspot.com%2F2012%2F07%2Fkoleksi-kartun-muslimah-yang-menawan.html&docid=tM1y-TAAfqKJlM&imgurl=http%3A%2F%2F3.bp.blogspot.com%2F-fSvfE1LTO9c%2FUAwDLqzsvLI%2FAAAAAAAADfo%2FGXO9kSs4eA0%2Fs400%2Fmuslimah_kartun_28.jpg&w=236&h=332&ei=BB3TUsu2NIqJrAfj_YGYBQ&zoom=1&ved=0CJ4BEIQcMBU&iact=rc&dur=620&page=3&start=20&ndsp=9&biw=939&bih=432

Teruntuk engkau, imamku esok hari..

Ada masanya, kita akan kembali hidup berdua. Akan ada waktunya anak-anak kita meninggalkan rumah untuk menulis kehidupan dengan tangan mereka sendiri. Dan kala itu, mungkin rambutmu telah memutih, badanmu tak lagi setegap dulu, ingatanmu perlahan mulai melepaskan satu atau dua memori. Aku pun begitu, bila dulu wajahku berhias make up, kelak akan ada masanya ia berhias keriput. Bila dahulu aku dengan lincah menyiapkan segala kebutuhanmu, akan ada kalanya aku tak bisa melakukannya lagi. Namun sayangku, maukah kau berjanji untuk tetap menyesap teh manis di beranda rumah kita kelak? Masihkah engkau mau berbagi tawa dan cerita meski kadang obrolan kita terpatah-patah oleh batuk penggerogot usia? Masihkah engkau berkenan menjaga janji dalam ijab qabulmu tempo hari, meski waktu dan kondisi telah berganti?

http://www.google.com/imgres?start=189&sout=0&tbm=isch&tbnid=wZ1dryL-qgYVyM%3A&imgrefurl=http%3A%2F%2Firtikhasdiary.blogspot.com%2F2012_08_01_archive.html&docid=CUcBvT98jFu63M&imgurl=http%3A%2F%2F4.bp.blogspot.com%2F-Y6EzgPKQbUA%2FUCmUTcKs4-I%2FAAAAAAAAAG8%2FGsGAs6BN9L8%2Fs1600%2Fkawanimut%252B%2833%29.jpg&w=720&h=463&ei=VR7TUsikLoGNrQeMpIGIBA&zoom=1&ved=0CAgQhBwwATjIAQ&iact=rc&dur=2161&page=16&ndsp=14&biw=939&bih=432

Teruntuk engkau, imamku esok hari..

Aku menunggu kau menjemputku, sesegera mungkin, sebelum tapak usia seperempat abad harus ku lalui seorang diri.

Teruntuk engkau, imamku esok hari..

Aku menawarkan secangkir bahagia untuk kita nikmati bersama.

Kelak.

Kelak pada masanya.




Salam penuh cinta,

Dari aku,
bidadarimu esok hari :’)





13 comments

  1. wah siapa ya yang dapatkannya nanti. Pasti beruntung nih :) Saya juga suka nasgor :D ini surat saya http://iswahyudi779.wordpress.com/2014/01/06/surat-2-afirmasi-pinangan-2014-yakin-siap-doakan/ . Salam kenal

    ReplyDelete
    Replies
    1. Wah, dikunjungi sesama peserta.
      Sukses ya mas :)

      Delete
  2. Mantabs banget puisinya .... benar2 bagus banget.

    ReplyDelete
  3. Solat berjamaah yu..hehe
    http://ngocolalaocol.blogspot.com/2014/01/kamukan-yang-jadi-jodohku.html

    ReplyDelete
  4. uwaa
    suratnya, aku yakin deh, siapapun nanti yang jadi imammu, bakal nangis haru intan... >.<
    so sweet banget soalnyaaa

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaauu, melayang terbang dipuji mbak Pey :D
      Makasih banyak ya mbak. Kalo mbak Pey ikutan, pasti bakal jauh lebih sweet ^^

      Delete
  5. Waaaaa... Mbak ini manis menggigit #Plak...

    Sukses Mbak ^_^
    Sukses GA dan jodohnya. aamiin :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ayo surat Mia manaa?
      Pasti lebih cetar deh :D
      Makasih banyak ya, Mi ^^

      Delete
  6. Eaaa.....yang single2 kok pada pinter buat surat ya
    Pengen ikutan tapi binun mau nulis apa haha

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hahaaaa, nulisnya sambil merem mbak *malu-malu sih
      Ayo mbak Esti. nulis nuliiissss :D

      Delete

Makasih udah baca, tinggalin jejak dong biar bisa dikunjungin balik ^^