#1Day1Dream : Memiliki, Membaca & Meresensi 100 Buku




https://www.google.com/search?q=KATA+MUTIARA+TENTANG+MEMBACA&client=firefox-a&hs=ioP&rls=org.mozilla:en-US:official&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ei=7eGnVICQNYuwuASrnoLgAw&ved=0CAgQ_AUoAQ&biw=1024&bih=593#facrc=_&imgdii=0aRCokNeBk7XFM%3A%3BBzJYyyozHVtpkM%3B0aRCokNeBk7XFM%3A&imgrc=0aRCokNeBk7XFM%253A%3BUof0y5CYCFc_gM%3Bhttp%253A%252F%252F2.bp.blogspot.com%252F-Gkd7aZtCgcc%252FTh3Tqy0auGI%252FAAAAAAAAAg4%252Fvt4RoONkqBA%252Fs1600%252FMenumbuhkan%252Bminat%252Bmembaca%252Bpada%252Banak.jpg%3Bhttp%253A%252F%252Fwww.guntursanjaya.com%252F2011%252F07%252F5-cara-menumbuhkan-minat-gemar-membaca.html%3B244%3B203


“Buku adalah sahabat paling setia
rela mendampingi sepanjang waktu
di mana pun aku berada
tanpa pernah memikirkan dirinya.”
Abdurahman Faiz, Aku Ini Puisi Cinta

Meski orang bilang sekarang zamannya serba gadget, menurut aku tetap aja keasikan membaca ‘the real book’ yang bisa dibaui aroma khasnya itu nggak ada yang bisa ngegantiin. Meski e-book udah bertebaran dan (katanya) bisa dibaca dengan lebih fleksibel, kapan aja, dimana aja, tanpa perlu riweuh nenteng buku, tetep juga nggak akan mengurangi kecintaan aku sama buku yang asli. Bagaimanapun zaman berganti, tapi membaca sembari membaui aroma kertas tetap memilki tempat di hati. 

Sejak kapan aku jatuh cinta sama buku?

Sejak bisa baca sekitar 17 tahun lalu sepertinya. Dibelikan buku, majalah, lalu seiring waktu berusaha bisa beli pakai uang sendiri. Ups, maksudnya, dari uang jajan yang dikasih orangtua, lalu dikumpulin dan dibelikan buku. Pinjem-pinjeman buku sama teman, bahkan gebetan. Lalu sekarang, nyoba jualan buku bekas kondisi mulus di #ketimpukbuku. Yahh, meskipun sejauh ini baru 2 kali update postingan jualan, dan dapet 3 kali orderan. Lumayanlah untuk sebuah langkah pertama.Tinggal melanjutkan langkah kedua, ketiga dan seterusnya aja lagi.

Omong-omong tentang buku, untuk tahun 2015 ini, salah satu resolusi yang aku punya adalah memiliki, membaca & meresensi 100 buku.
 
http://www.orbitdigital.net/article/labirin-ini-terbuat-dari-tumpukan-buku-lho

Tetap berjuang lewat giveaway, kontes blog, juga kuis. Tapi juga tetap berusaha beli sendiri lewat pembelian normal ataupun berburu di bazaar buku murah. Detailnya, dalam tiap minggu, aku seenggaknya dapet gratisan atau beli 2-3 buku, lalu dibaca, lalu kesemuanya diresensi.Selama ini yang paling berart dilakukan adalah meresensi buku. Yes, entahlah, suka bacanya, tapi males bener buat nulis ulasannya. Berasa nggak jago ngeresensi. Heii, padahal bisa karena biasa kan?

Resolusinya sebatas itu?

Nggak. 90 buku bakal dijual di #ketimpukbuku dengan harga miring (atau malah miring banget). Uangnya buat dipake beli timbunan buku baru yang akan dibaca di tahun 2016.

Sedangkan 10 buku lagi, akan diberikan kepada pihak yang membutuhkan. Siapa? Yaah.. lihat aja nanti, kan bisa juga bikin woro-woro di media social. Kan banyak tuh komunitas baca atau perpustakaan yang butuh buku-buku dengan kualitas yang masih oke.

Bismillah.. semoga semangat baca dan nulis bisa sejalan, dan bisa beralih dari sekedar muter-muter di media social atau sebatas ngocok dadu & pura-pura punya uang milyaran di Get Rich. 



http://www.kancutkeblenger.com/2014/12/tantanganmincut-punya-banyak-mimpi.html

3 comments

  1. Semoga deh bisa baca buku dab resensi segitu amiin ya amin. He

    ReplyDelete
  2. mantabh resolusinya (dan targetnya), semoga sukses ya. Salut!

    ReplyDelete
  3. Seandainya beli buku bisa pake duit Get Rich...

    ReplyDelete

Makasih udah baca, tinggalin jejak dong biar bisa dikunjungin balik ^^